Selasa, 01 Agustus 2017

Jasa Praktis Penunda Lapar

Oleh: Anugerah Ayu Sendari

Hanya dengan menjamah gawai, makanan akan mendatangi Anda dengan sendirinya.

Henry Christian lapar. Padahal di luar sedang hujan deras. Mahasiswa Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain UNS ini tidak lantas mengambil payung atau jas hujan. Ia justru meraih gawai miliknya. Kemudian membuka aplikasi pemesanan makanan daring.

Kamis, 01 Juni 2017

Branding dan Internet: Media Sosial Sebagai Bagian dari Pengelolaan Brand Universitas

Oleh: MONIKA SRI YULIANTI
Divisi Pengelolaan Brand, Humas UNS

Saat ini, masyarakat tengah mengalami perubahan era yang akan berdampak pula kepada perubahan gaya hidup. Adalah sebuah ponsel pintar atau yang kerap disebut dengan smartphone yang telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat dewasa ini. Dompet yang tak terbawa saat berangkat ke tempat kerja atau ke tempat kuliah, tak menjadi sebuah permasalahan besar. Sebaliknya, akan berbeda jika yang tertinggal di rumah saat harus beraktivitas di kantor atau pun di kampus adalah sebuah smartphone. Bahkan, terdapat pula gurauan mengenai betapa lebih pentingnya Wi-Fi gratis di restoran atau kafe yang lebih penting jika dibandingkan dengan rasa makanan atau minuman yang disediakan. Hal-hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat telah memasuki era baru yang berbeda jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya, mengingat prioritas mereka yang juga berubah.

Selasa, 16 Mei 2017

Aplikasi Angkring Untuk Bantu UMKM

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menciptakan aplikasi Angkring. Aplikasi ini berfungsi sebagai wadah informasi bagi pembeli untuk mencari pedagang kaki lima alias PKL yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Senin, 01 Mei 2017

Yang Dekat Yang Terganti

Oleh: Afifah Nurlaila

"Saudara terdekat kita ialah tetangga," rasanya ungkapan itu sederhana, tapi sebenarnya memiliki makna yang sangat dalam, terlebih untuk manusia yang pada dasarnya adalah makhluk sosial yang tak dapat hidup seorang diri.

Dewasa ini kita dapati permukiman-permukiman baru tumbuh merajalela di setiap kota, pun pedesaan. Banyak dari permukiman tersebut yang kemudian memang dibuat mewah, sengaja dibuat eksklusif, seperti tertutup dan tak terlihat oleh sekelilingnya. Tembok rumah ditinggikan, pagar-pagar ditutup rapat, seakan tak ada lagi celah bagi tetangga untuk melihat halaman rumahnya.